Home » sejarah
Showing posts with label sejarah. Show all posts
Showing posts with label sejarah. Show all posts
Sepatu kulit walkxey
Saat ini sepatu kullit telah menjadi idola di kalangan anak muda terutama jenis sepatu kullit boot dengan berbagai model dan merek. semakin sengitnya persaingan di bisnis ini membuat beberapa bren lokal meningkatkan kualitasnya untuk memenuhi setandar internasional, dan salah satunya walkxey yang selalu memberikan pelayanan terbaik untuk konsumen
jenis bahan kulit yang biasa digunakan walkxey berupa full up dengan kualitas terbaik dan memiliki kandungan oil.. sehingga semakin lama di gunakan akan semakin mengkilap dan semakin terlihat tekstur kulitnya.
selain sepatu berjenis boot walkxey juga memproduksi berbagai jenis sepatu seperti sepatu casual dan juga sepatu kets yang berbahan dasar kulit juga. untuk lebih jelasnya anda bisa mengunjungi situs resminya di www.walkxey.co.id
Nah daripada kita membeli product luar mending kita dukung kreasi anak bangsa yang tidak kalah kualitasnya dengan production luar,
Maju terus anak bangsa
Posted
at 3:56 AM,
Add Comment
Read more
Kematian Misterius Bangsawan Terkuak Setelah 700 Tahun
Pada tahun 1329, bangsawan Italia, Cangrande della Scala tiba-tiba jatuh sakit. Tubuhnya yang lemah tak lagi kuat menahan derita fisik. Ia kemudian meninggal dunia pada usia 38 tahun (9 Maret 1291 - 22 Juli 1329).
Beberapa hari sebelum menghembuskan nafas penghabisan, penguasa Verona itu baru memegang kendali atas kota Treviso.
"Kematiannya yang mendadak diawali gejala muntah-muntah, diare, dan demam. Menurut dokumen tertulis pada masa itu, ia diketahui minum dari mata air yang tercemar beberapa hari sebelumnya," demikian ditulis para peneliti dalam Journal of Archaeological Science, seperti Liputan6.com kutip dari situs News.com.au, Kamis (8/1/2014)
Namun, desas-desus berhembus seputar kematianya. Konon, sang penguasa tewas diracun.
Untuk menguak kasus kematian yang penuh tanda tanya, pada tahun 2004, hampir 700 tahun setelah kematiannya, para ilmuwan membuka peti batu yang selama ini menyimpan jasad Cangrande. Di dalamnya mereka menemukan mumi yang terawetkan secara alami.
Para peneliti lalu melakukan otopsi modern dan menemukan sisa-sisa kotoran dalam rectal ampulla -- bagian sistem pencernaan yang menyimpan sisa-sisa makanan yang telah dicerna -- milik Cangrande.
Pada tahun 2007, tim peneliti menjelaskan temuannya itu dalam ajang World Congress on Mummy Studies.
"Ada sejumlah besar serbuk sari camomile, murbei hitam, dan -- yang tak terduga -- foxglove atau digitalis dalam kotoran," demikian ungkap tim ahli dalam pemaparannya.
"Di Abad Pertengahan, camomile digunakan secara meluas...sebagai obat penenang dan antispasmodic -- mengatasi gangguan pada pencernaan, sementara murbei hitam dikenal sebagai astringent, sebaliknya foxglove dianggap tanaman beracun."
Menurut penelitian ilmiah baru dalam bidang genetika, tumbuhan ini dapat digolongkan dalam famili Plantaginaceae. Apabila digunakan secara berlebihan, digitalis memang dapat berfungsi sebagai racun. Digitalis juga digunakan untuk obat penyakit jantung, terutama digoksin yang diekstraksi dari tanaman ini.
Menurut para arkeolog, konsentrasi foxglove dalam perut Cangrande cukup untuk membuatnya keracunan. Diduga, tanaman berbahaya itu diberikan pada korban dengan kedok perawatan medis.
"Salah satu tabib Cangrande, yang digantung oleh penerusnya Mastino II, menekankan memungkinan itu," kata para peneliti.
Tak hanya itu, Cangrande yang badannya tak terlalu tinggi, memiliki rambut keriting cokelat, mungkin menderita sejumlah penyakit.
Paru-parunya menunjukkan bukti pneumoconiosis coalworker. Warnanya menghitam. Dia juga mungkin telah menderita sirosis dan sinusitis kronis, dan ada bukti arthritis ringan mungkin karena gaya hidup yang aktif. Cangrande mungkin bahkan menderita TBC, yang umum pada waktu itu.
Namun, keberadaan jejak foxglove dalam kotorannya tak nyambung dengan kondisi kesehatannya itu.
"Temuan itu adalah sebuah kejutan," kata pemimpin studi Gino Fornaciar, peneliti Paleopathology dari University of Pisa, kepada situs sains LiveScience awal pekan ini.
Fornaciar dan timnya menulis dalam studi terbaru soal kemungkinan tanaman beracun sengaja diberikan pada Cangrande, bukan karena kekeliruan. "Hipotesis yang paling mungkin tentang penyebab kematian adalah pemberian Digitalis dalam jumlah mematikan," demikian ditulis timnya.
Jadi, siapa pelakunya? Mungkin musuh atau keponakannya yang ambisius ingin cepat-cepat bertakhta.
Selain menjadi penguasa penting di utara Italia di masanya, Cangrande hingga hari ini dikenang sebagai sahabat sekaligus pelindung penyair Dante Alighieri, yang diasingkan dari Florence.
Dante bahkan memuji Cangrande dalam karyanya. "Kemurahan hatinya akhirnya akan diketahui, sehingga bahkan musuh-musuhnya tak bisa tetap diam karenanya," kata penyair itu dalam karyanya, 'Paradiso'
Beberapa hari sebelum menghembuskan nafas penghabisan, penguasa Verona itu baru memegang kendali atas kota Treviso.
"Kematiannya yang mendadak diawali gejala muntah-muntah, diare, dan demam. Menurut dokumen tertulis pada masa itu, ia diketahui minum dari mata air yang tercemar beberapa hari sebelumnya," demikian ditulis para peneliti dalam Journal of Archaeological Science, seperti Liputan6.com kutip dari situs News.com.au, Kamis (8/1/2014)
Namun, desas-desus berhembus seputar kematianya. Konon, sang penguasa tewas diracun.
Untuk menguak kasus kematian yang penuh tanda tanya, pada tahun 2004, hampir 700 tahun setelah kematiannya, para ilmuwan membuka peti batu yang selama ini menyimpan jasad Cangrande. Di dalamnya mereka menemukan mumi yang terawetkan secara alami.
Para peneliti lalu melakukan otopsi modern dan menemukan sisa-sisa kotoran dalam rectal ampulla -- bagian sistem pencernaan yang menyimpan sisa-sisa makanan yang telah dicerna -- milik Cangrande.
Pada tahun 2007, tim peneliti menjelaskan temuannya itu dalam ajang World Congress on Mummy Studies.
"Ada sejumlah besar serbuk sari camomile, murbei hitam, dan -- yang tak terduga -- foxglove atau digitalis dalam kotoran," demikian ungkap tim ahli dalam pemaparannya.
"Di Abad Pertengahan, camomile digunakan secara meluas...sebagai obat penenang dan antispasmodic -- mengatasi gangguan pada pencernaan, sementara murbei hitam dikenal sebagai astringent, sebaliknya foxglove dianggap tanaman beracun."
Menurut penelitian ilmiah baru dalam bidang genetika, tumbuhan ini dapat digolongkan dalam famili Plantaginaceae. Apabila digunakan secara berlebihan, digitalis memang dapat berfungsi sebagai racun. Digitalis juga digunakan untuk obat penyakit jantung, terutama digoksin yang diekstraksi dari tanaman ini.
Menurut para arkeolog, konsentrasi foxglove dalam perut Cangrande cukup untuk membuatnya keracunan. Diduga, tanaman berbahaya itu diberikan pada korban dengan kedok perawatan medis.
"Salah satu tabib Cangrande, yang digantung oleh penerusnya Mastino II, menekankan memungkinan itu," kata para peneliti.
Tak hanya itu, Cangrande yang badannya tak terlalu tinggi, memiliki rambut keriting cokelat, mungkin menderita sejumlah penyakit.
Paru-parunya menunjukkan bukti pneumoconiosis coalworker. Warnanya menghitam. Dia juga mungkin telah menderita sirosis dan sinusitis kronis, dan ada bukti arthritis ringan mungkin karena gaya hidup yang aktif. Cangrande mungkin bahkan menderita TBC, yang umum pada waktu itu.
Namun, keberadaan jejak foxglove dalam kotorannya tak nyambung dengan kondisi kesehatannya itu.
"Temuan itu adalah sebuah kejutan," kata pemimpin studi Gino Fornaciar, peneliti Paleopathology dari University of Pisa, kepada situs sains LiveScience awal pekan ini.
Fornaciar dan timnya menulis dalam studi terbaru soal kemungkinan tanaman beracun sengaja diberikan pada Cangrande, bukan karena kekeliruan. "Hipotesis yang paling mungkin tentang penyebab kematian adalah pemberian Digitalis dalam jumlah mematikan," demikian ditulis timnya.
Jadi, siapa pelakunya? Mungkin musuh atau keponakannya yang ambisius ingin cepat-cepat bertakhta.
Selain menjadi penguasa penting di utara Italia di masanya, Cangrande hingga hari ini dikenang sebagai sahabat sekaligus pelindung penyair Dante Alighieri, yang diasingkan dari Florence.
Dante bahkan memuji Cangrande dalam karyanya. "Kemurahan hatinya akhirnya akan diketahui, sehingga bahkan musuh-musuhnya tak bisa tetap diam karenanya," kata penyair itu dalam karyanya, 'Paradiso'
Posted
at 2:39 AM,
Add Comment
Read more
Pemberontak Suriah Hancurkan Makam Imam Nawawi
Kelompok Front al-Nusra meledakan sebuah makam sarjana Muslim terkemuka, Imam Nawawi, di Provinsi Deraa. Mereka menganggap menghormati makam berusia 800 tahun itu sama dengan menyembah berhala.
Aljazirah melaporkan, cabang Alqaidah Suriah, Front al-Nusra, telah menghancurkan makam yang berasal dari abad ke 13 di selatan Suriah. Pejuang al-Nusra menganggap penghormatan pada makam Imam Nawawi tersebut sama dengan menyembah berhala. Mereka menyamakan aksi mereka dengan penghancuran kuil berhala.
Observatorium Suriah untuk HAM mengatakan pada Rabu, makam Imam Nawawi di Nawa berada dekat perbatasan Yordania. Makam tersebut telah dihancurkan oleh kelompok bersenjata.
Kementerian Wakaf Islam Suriah mengutuk pemboman sebagai serangan terhadap sejarah dan warisan negara. Dalam sebuah laporan yang diterbitkan pada akhir Desember, PBB mengatakan 290 situs di seluruh negeri telah terkena dampak langsung pertempuran. Sebanyak 24 situs hancur, 104 rusak berat, 85 rusak sedang dan 77 kemungkinan rusak.
Aljazirah melaporkan, cabang Alqaidah Suriah, Front al-Nusra, telah menghancurkan makam yang berasal dari abad ke 13 di selatan Suriah. Pejuang al-Nusra menganggap penghormatan pada makam Imam Nawawi tersebut sama dengan menyembah berhala. Mereka menyamakan aksi mereka dengan penghancuran kuil berhala.
Observatorium Suriah untuk HAM mengatakan pada Rabu, makam Imam Nawawi di Nawa berada dekat perbatasan Yordania. Makam tersebut telah dihancurkan oleh kelompok bersenjata.
Kementerian Wakaf Islam Suriah mengutuk pemboman sebagai serangan terhadap sejarah dan warisan negara. Dalam sebuah laporan yang diterbitkan pada akhir Desember, PBB mengatakan 290 situs di seluruh negeri telah terkena dampak langsung pertempuran. Sebanyak 24 situs hancur, 104 rusak berat, 85 rusak sedang dan 77 kemungkinan rusak.
Posted
at 4:54 PM,
Add Comment
Read more
Benarkah Cut Nyak Dien Berjilbab?
Melalui akunnya, ia menyatakan pemerintah sekuler menyesatkan sejarah Aceh. Tujuannya menurut dia ingin menyesatkan generasi muda Aceh. "Jahatnya skenario kaum penjajah,terus ditanamkan kepada anak-anak bangsa Aceh, sehingga sejarahpun diplintirkan dan disuguhkan dengan bahasa yang manis," tutur dia di akun Facebooknya.
Ia menambahkan dalam pelajaran sejarah,Banyak pahlawan perempuan Aceh yang digambarkan bersanggul, seperti Cut Nyak Din,Cut Meutia, dan Laksamana Malahayati.
Ia menambahkan saking alerginya pemerintah sekuler pada Islam yang benar, foto seorang muslimah diubah menjadi gambar wanita yang terbuka auratnya. Walaupun itu seorang wanita pahlawan nasional sekalipun.
Sebagian masyarakat menanggapi dengan menjawab bahwa itu tak terlalu penting, justru akan lebih baik mengingat semangat beliau. Namun, ada pemilik akun Andres Golden, malah menanggapi serius. "Dari dulu sy sdh curiga dgn gmbr cut nyak dien. Satu lg mrk bilang islm msk indonesia melalui dagang sy katakan mrk dtng semata2 mau dkwah bkan dgang. Ini pelemahan dkwah oleh antek2 hantu," ucap dia.
Berdasarkan penelusuran Republika, ternyata foto yang terpampang di sebelah foto Cut Nyak Dien adalah istri Panglima Polim. Di laman, media-kiltv.nl disebutkan bahwa ia adalah 'Vrouw van Teukoe Panglima Polim te Sigli'.
Posted
at 12:53 AM,
Add Comment
Read more
Subscribe to:
Posts (Atom)



